|
« Perahu Layar Tradisional Nusantara (Jawa Timur dan Madura)» Fotografi Karya Paul Piollet Pameran: 20 Januari – 5 FebruariPembukaan & Diskusi dengan Paul Piollet: 20 Januari, pk. 18.30 - CCCL
« La barquette marseillaise », photographies de Patrick Box « Perahu Khas Marseille » Fotografi Karya Patrick Box Pameran: 21 Januari – 5 Februari Pembukaan: 21 Januari, Pk. 18.00 – Galeri Seni House of Sampoerna
Diskusi bersama Tim ”Maritim Challenge” ITS : 22 Januari
CCCL Surabaya dan House of Sampoerna mengajak Anda membentangkan layar kapal untuk mengarungi lautan Mediterania dan Indonesia. Menggunakan perahu layar tradisional dari Marseille hingga Surabaya, ikuti saja tiupan angin laut yang mengajak Anda menjelajahi foto-foto karya Paul Piollet, pengembara yang jatuh cinta kepada bumi Nusantara, juga foto-foto karya Patrick Box, yang terpaut hatinya di pelabuhan Marseille. Pada kesempatan pameran « Bertemu Pandang di Lautan » ini, komunitas mahasiswa « Maritime Challenge» dari kampus ITS, turut serta melabuhkan perahu layarnya sepanjang 12 meter dengan warna khas Indonesia, di kebun CCCL. Pada 20 dan 21 Januari ini, arahkan haluan menuju CCCL dan House of Sampoerna !
« Perahu Layar Tradisional Nusantara (Jawa Timur, Madura), karya Paul Piollet
Jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa, para pelaut Nusantara sudah berlayar di lautan antar kepulauan, Samudra Hindia, Laut China dan sebagian dari Samudra Pasifik. Pembuatan perahu dimulai setidaknya pada zaman keemasan kerajaan Majapahit (abad XIV) dan terus berkembang hingga sekarang. Awalnya dimulai di pulau Jawa, dekat kawasan hutan jati, kemudian pulau Sulawesi, semasa kerajaan Gowa (abad XVI dan XVII), lalu di Kalimantan dan Sumatra. (…) Paul Piollet mengundang Anda untuk mengungkap sejarah pelayaran di Indonesia melalui fotografi perahu-perahu layar yang telah hilang.
Foto-foto yang ditampilkan diambil pada tahun 1970 – 1980, yang menunjukkan generasi terakhir perahu layar untuk transportasi dan menangkap ikan, sebelum beralih ke perahu motor, yang menandai berakhirnya era kejayaan kapal-kapal layar tersebut.
Paul Piollet
« Perahu Khas Marseille », Fotografi Karya Patrick Box
Perahu khas Marseille, merupakan perahu tradisional dari kayu yang digunakan untuk menangkap ikan di pantai, dan banyak ditemui di pelabuhan-pelabuhan di kota Marseille. Perahu-perahu tersebut menjadi bagian dari pemandangan kota lebih dari satu abad. Unsur warisan maritim lokal yang tidak mungkin bisa dilewatkan dan tidak terpisahkan keberadaannya dari pelabuhan-pelabuhan di Marseille. Terlebih lagi, perahu layar ini melambangkan perpaduan budaya yang menjadi ciri khas sejak jaman bahari pelabuhan Marseille dan sektor nelayan di Mediterania. Merupakan anggota terbanyak dari perkumpulan perahu layar di laut Mediterania, perahu khas Marseille merupakan bagian warisan kelautan ‘Euro-Mediterania’.
Perahu Yole de Bantry dari Indonesia untuk Memenangkan « Maritime Challenge » 2010
Yole de Bantry merupakan perahu kayu yang secara prinsip bermanuver dengan dayung dan layar. Perahu asal Prancis ini digunakan saat perang pada era Napoleón oleh armada laut Prancis dan Inggris. Pada 1986, Lance Lee asal Amerika dan Français Bernard Cadoret asal Prancis, memutuskan untuk mempopulerkannya dan menyelenggarakan kompetisi persahabatan bagi para pemuda.
Sejumlah mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, yang tergabung dalam tim “Maritim Challenge” telah menjadi perwakilan Indonesia pada 4 kompetisi internasional terakhir “Maritim Challenge”: pada tahun 2002 di Rockland-Maine (AS), pada 2004 di Toulon (Prancis), tahun 2006 di Genoa (Italia), pada 2008 di Jakobstad (Finlandia) dan mereka bersiap-siap untuk kembali meraih kemenangan pada kompetisi berikutnya di Kanada pada 2010, menggunakan Yole yang akan dipamerkan di CCCL Surabaya !
|