Beranda     Acara    Sine Klub     Kursus Prancis      Belajar di Prancis      Perpustakaan     Tempat Santai      Konsuler
  Halaman: Agenda / Pameran

  Beranda
 
Acara Budaya
 
Sine Klub
 
Kursus Prancis
 
Belajar di Prancis
 
Perpustakaan
 
Konsuler
 
Tempat Santai
 
Link
Voilà 21



     
  Pameran Foto
 
 




Pameran « 100xFrance » adalah sebuah retrospektif yang menampilkan warisan seni fotografi Prancis sejak awal kemunculannya. Pameran ini berusaha menjejak kembali evolusi seni fotografi melalui hasil karya para fotografer ternama maupun anonim. Berkat kerjasama dengan institusi-institusi penting Prancis antara lain: Bibliothèque Nationale de France, Musée d’Orsay, Centre Georges Pompidou dan lain lain, sebanyak 102 foto repro modern telah dipilih mewakili masing-masing fotografer.

Di bawah pimpinan Sophie Schmit, pameran ini bertujuan untuk mengupas sejarah seni fotografi Prancis dari sudut pandang yang berbeda-beda : evolusi teknik dan prosedur, tema-tema yang membedakan antara fotografi « artistik » dengan « humanis » atau « jurnalisitik », hubungan antara seni fotografi dengan ilmu-ilmu pengetahuan lainnya.

Pameran ini diselenggarakan secara bersamaan di Galeri CCCL dan Galeri House of Sampoerna. Hari Yong, seorang pemerhati seni fotografi yang sering menemani para fotografer Prancis yang pernah singgah di Surabaya, akan berbagi informasi dengan Anda..

Secara resmi seni fotografi ditemukan tahun 1839 saat Arago mempresentasikan «penemuan» Daguerre, daguerreotype, di Akademi Sains Paris, yang sebenarnya merupakan penyempurnaan dari teknik yang digunakan oleh Nicéphore Niépce.

   


 
 

100XFrance: Sejarah Fotografi Prancis

  Dengan Nicéphore Niépce, Marcel Duchamp, Henri Cartier-Bresson, Robert Doisneau
Kurator : Sophie Schmit

12 – 23 Jan 09
Galeri CCCL dan Galeri Seni House of Sampoerna
Pembukaan: Senin 12 Jan, Pk.18.30, Galeri Seni House of Sampoerna
Penjelasan oleh Hari Yong : Rabu 14 Jan, Pk.18h30 di CCCL












 
                                
  Pameran Patung    
 




Setelah keikutsertaannya dalam Biennale Venezia pada tahun 2005, perjalanannya ke Jepang dan Malaysia, demikian pula dengan pameran-pamerannya yang sering digelar di Galeri Nasional Indonesia, CCCL Surabaya sudah semestinya mengundang pemahat besar Noor Ibrahim untuk menampilkan karya-karyanya, bersama dengan seniman Surabaya terkenal lainnya, Aripin Petruk. Keduanya akan membuka dialog dan saling menjawab satu sama lain serta menjawab pertanyaan kita.

Hal yang mengguncang semua orang sekarang ini adalah semakin tingginya tingkat kemiskinan di kota-kota yang menjadi dilema kita. Marjinalisasi sebagian masyarakat yang tak lagi terperhatikan, manusia yang bertarung dengan diri dan lingkungannya. Itulah tokoh yang diketengahkan, diri kita sendiri. Saatnya untuk merenung dan peduli pada orang lain, belajar untuk saling memahami dan bertahan bersama.

Bagaimana karya-karya monumental dapat diterima dalam sebuah bangunan warisan sejarah yang juga tak kalah monumental ? Untuk itu, dua perbandingan yang ditawarkan oleh karya Noor Ibrahim dan Aripin Petruk mungkin dapat memberikan jawabannya.

Transformasi, metamorfosis bangunan CCCL selama pameran bahkan mengubah wajah CCCL untuk selamanya. Orang-orang aneh dengan sepedanya, para penjaga dengan matanya yang berbahaya mengawasi sejauh jangkauan pandangnya, penari-penari aneh dengan keluwesannya yang seolah-olah siap melayang....para penganut kubisme yang menguasai dinding-dinding CCCL untuk memberinya warna....Agus Koecink, kurator Biennale Jawa Timur yang lalu, seniman yang dikenal di dunia internasional untuk orisinalitas dan bakatnya, akan hadir menorehkan kuasnya.

“Ada dua tipe seniman : Mereka yang berkarya dengan tangannya dan mereka yang berkarya dengan jiwanya”.


 
 

Survival
Aripin Petruk dan Noor Ibrahim
Happening Art oleh Agus Koecink


04 – 20 Feb 09
Galeri CCCL
Pembukaan : Rabu 04 Februari, Pk. 18.30 di CCCL









 
                                
  Pameran / Forum Komik    
 




Setelah melewati sukses pertamanya dalam forum komik “Comic Show Off!” 2008 di Surabaya, studio-studio independen di Surabaya terbentuk dan bersatu. Comic Surabaya Society (CASS) merupakan gabungan berbagai studio (Splash, Outline, Windrider) dan telah membuka sebuah tempat untuk berkumpul sejak bulan Oktober 2008, sebuah perpustakaan-sinematek C2O.

Sebagai apresiasi atas acara tahunan “24 Hours Comic Day” setiap bulan Oktober, yang diselenggarakan oleh seniman-seniman Surabaya (seperti di berbagai negara lainnya), CCCL Surabaya & studio komik asal Prancis, La Boîte à Bulles, mengundang seniman Sylvain-Moisie Rodet untuk bertemu publik Surabaya. Untuk acara ini kami juga bermitra dengan CASS dan studio-studio lain dari Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Dalam programnya: jumpa artis komik, sesi gambar, workshop, pemutaran film, permainan, dan melukis mural ! Beragam komik dari La Boîte à Bulles akan hadir di pameran ini dan tersedia hanya untuk Anda !

Datang dan jumpailah semua studio dari berbagai kota di Indonesia, datang dan bacalah komik-komik di CCCL atau sekedar menikmati secangkir kopi di CCCL atau perpustakaan C2O!


Sylvain Moizié

Peraih penghargaan kompetisi « Jeune Talents » (Seniman Muda Berbakat) di festival komik internasional « Angoulême » tahun 2000. Bersama kawan-kawan, dia mendirikan L'Institut Pacôme, sebuah oto-penerbitan yang mulai menelurkan karya-karya perdana mereka. Selain beberapa kemampuan seperti seniman sirkus, petualang serta juru gambar, Sylvain memiliki berbagai proyek dan telah menjadi bagian dari kisah « Tujuh Bulan di Kamboja » yang menggugah keinginannya untuk mengembangkan pelajaran menggambar di sekolah-sekolah. La Bête qui mangeait tout le monde merupakan karya solo perdananya yang didistribusikan secara nasional. Ia kembali muncul pada tahun 2008 dengan karya La nuit du mystérieux chien-garou yang tampil ceria dengan tokoh-tokoh fantasi dan dunianya yang jenaka !

http:/ www.la-boite-a-bulles.com/
http://coffee-cat.net/c2o/

Info / Inscription :
Perpustakaan C²O
Jl. Dr Cipto 20
C20.library@yahoo.com
08 5854 72 5932 (Kat)

 
 

CERGAMBOREE
Festival Komik dan Seni Urban Surabaya

Mengundang Sylvain-Moizié (Prancis)
Bersama Comic Surabaya Society (CASS)

27 Feb– 08 Maret 09
CCCL SBY - Librairy C2O



















 
                                
  Pameran Komik    
 




Dalam rangka merayakan « Bulan Francophonie » dan sebagai lanjutan dari Forum CERGAMBOREE, CCCL Surabaya mempersembahkan « Satu Abad Komik Berbahasa Prancis ». Pameran terdiri dari 35 plat asli yang diambil dari koleksi asli « Cité internationale de la bande dessinée et de l’image / Pusat Internasional Komik dan Gambar », dengan menelusuri tahapan-tahapan sejarah sebuah seni yang tersohor keunikannya di Prancis, di Eropa dan bisa jadi di seluruh dunia. Mulai dari Caran d’Ache, pakar yang amat modern dalam bidang cerita bisu hingga Nicolas de Crécy, pakar teknik ilustrasi yang memukau. Lebih dari satu abad karya Prancis dan Belgia akan dipamerkan di sini.

Pameran dapat diunduh di www.bdmix.org., sebuah portal informasi on-line tentang komik, yang dibuat oleh Kementrian Luar Negeri Prancis dan Eropa, disediakan oleh « Cité internationale de la bande dessinée et de l’image ».






 
 

SATU ABAD KOMIK FRANCOPHONE
Cité Internationale
de la Bande Dessinée et de l’Image (CIBDI)


11 – 21 Maret
Galeri CCCL
Pembukaan : Rabu, 11 Maret, Pk. 18.30


 
                                
  Pameran Seni Visual    
 




Sekolah Seni Video di Prancis, Frenoy, akan mempersembahkan sebuah kompilasi karya 6 seniman dalam sebuah karya audiovisual. Mereka menceritakan tentang ada (atau tidak) hubungan antara video dan lukisan. Sebagai pelengkap kompilasi ini, supaya pengunjung bisa menyaksikan video kontinyu, CCCL Surabaya mengundang 2 seniman untuk menampilkan karya dari sudut pandang masing-masing.

«Melihat Bersama » akan menampilkan kumpulan karya dari Ahmad Fuad Usman (Malaysia) dan Bahtiar Dwi Susanto (Yogyakarta) hasil dari residensi bersama di Malaysia Rimbu Dahan (Malaysia). Diikuti juga oleh Cecep Syamsul Hari (penulis - Bandung) dan Tino Djumini (kurator pameran fotografi - Jakarta). Karya mereka berkisar mulai dari hubungan antara sejarah melalui visual dan hubungan kita dengan visual.

Sebuah diskusi akan diadakan pada saat pembukaan pameran hasil karya 2 seniman mengenai pandangan tentang budaya kontemporer dalam era globalisasi dan komersialisasi budaya tersebut. Pemutaran film karya Hakim Sattu, yang ikut berpartisipasi dalam residensi di Malaysia akan mengawali diskusi, « Masturbasi O ».

http://theanthonium.wordpress.com/


 
 

Melihat Bersama
Sekolah Fresnoy(Prancis), Ahmad Fuad Usman (Malaysia) dan Bahtiar Dwi Susanto (YGY), Cecep Syamsul Hari (BDG) dan Tino Djumini (JKT)


31 Maret – 11 April 09
Galeri CCCL
Pembukaan: Selasa 31 Maret, Pk. 18.30 di CCCL





 
   


 

 

Beranda     Acara    Sine Klub     Kursus Prancis      Belajar di Prancis      Perpustakaan     Tempat Santai      Konsuler

Pusat Kebudayaan Prancis (CCCL) Surabaya
Jl. Darmokali 10 Surabaya 60265 INDONESIA
Telp +62-31-567 86 39, 561 52 46, 562 00 79   Fax +62-31-561 52 46
Email : info@ccclsurabaya.com
CCCL Surabaya © 2008 Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang