|
|
|
|
|
|
|
| |
Pameran Foto |
|
|
|
| |

|
|
Pameran « 100xFrance
» adalah sebuah retrospektif yang menampilkan warisan seni fotografi
Prancis sejak awal kemunculannya. Pameran ini berusaha menjejak
kembali evolusi seni fotografi melalui hasil karya para fotografer
ternama maupun anonim. Berkat kerjasama dengan institusi-institusi
penting Prancis antara lain: Bibliothèque Nationale de France,
Musée d’Orsay, Centre Georges Pompidou dan lain lain, sebanyak
102 foto repro modern telah dipilih mewakili masing-masing fotografer.
Di bawah pimpinan Sophie Schmit, pameran ini bertujuan untuk mengupas
sejarah seni fotografi Prancis dari sudut pandang yang berbeda-beda
: evolusi teknik dan prosedur, tema-tema yang membedakan antara
fotografi « artistik » dengan « humanis » atau « jurnalisitik
», hubungan antara seni fotografi dengan ilmu-ilmu pengetahuan
lainnya.
Pameran ini diselenggarakan secara bersamaan di Galeri CCCL dan
Galeri House of Sampoerna. Hari Yong, seorang pemerhati seni fotografi
yang sering menemani para fotografer Prancis yang pernah singgah
di Surabaya, akan berbagi informasi dengan Anda..
Secara resmi seni fotografi ditemukan tahun 1839 saat Arago mempresentasikan
«penemuan» Daguerre, daguerreotype, di Akademi Sains Paris, yang
sebenarnya merupakan penyempurnaan dari teknik yang digunakan
oleh Nicéphore Niépce.
|
|
| |
100XFrance: Sejarah
Fotografi Prancis
|
Dengan Nicéphore Niépce, Marcel Duchamp, Henri
Cartier-Bresson, Robert Doisneau
Kurator : Sophie Schmit |
12 – 23 Jan 09
Galeri CCCL dan Galeri Seni House of Sampoerna
Pembukaan: Senin 12 Jan, Pk.18.30, Galeri
Seni House of Sampoerna Penjelasan
oleh Hari Yong : Rabu 14 Jan, Pk.18h30 di CCCL
|
|
|
|
|
|
| |
Pameran Patung |
|
|
|
| |

|
|
Setelah keikutsertaannya
dalam Biennale Venezia pada tahun 2005, perjalanannya ke Jepang
dan Malaysia, demikian pula dengan pameran-pamerannya yang sering
digelar di Galeri Nasional Indonesia, CCCL Surabaya sudah semestinya
mengundang pemahat besar Noor Ibrahim untuk menampilkan karya-karyanya,
bersama dengan seniman Surabaya terkenal lainnya, Aripin Petruk.
Keduanya akan membuka dialog dan saling menjawab satu sama lain
serta menjawab pertanyaan kita.
Hal yang mengguncang semua orang sekarang ini adalah semakin tingginya
tingkat kemiskinan di kota-kota yang menjadi dilema kita. Marjinalisasi
sebagian masyarakat yang tak lagi terperhatikan, manusia yang
bertarung dengan diri dan lingkungannya. Itulah tokoh yang diketengahkan,
diri kita sendiri. Saatnya untuk merenung dan peduli pada orang
lain, belajar untuk saling memahami dan bertahan bersama.
Bagaimana karya-karya monumental dapat diterima dalam sebuah bangunan
warisan sejarah yang juga tak kalah monumental ? Untuk itu, dua
perbandingan yang ditawarkan oleh karya Noor Ibrahim dan Aripin
Petruk mungkin dapat memberikan jawabannya.
Transformasi, metamorfosis bangunan CCCL selama pameran bahkan
mengubah wajah CCCL untuk selamanya. Orang-orang aneh dengan sepedanya,
para penjaga dengan matanya yang berbahaya mengawasi sejauh jangkauan
pandangnya, penari-penari aneh dengan keluwesannya yang seolah-olah
siap melayang....para penganut kubisme yang menguasai dinding-dinding
CCCL untuk memberinya warna....Agus Koecink, kurator Biennale
Jawa Timur yang lalu, seniman yang dikenal di dunia internasional
untuk orisinalitas dan bakatnya, akan hadir menorehkan kuasnya.
“Ada dua tipe seniman : Mereka yang berkarya dengan tangannya
dan mereka yang berkarya dengan jiwanya”.
|
|
| |
Survival
Aripin Petruk dan Noor Ibrahim
Happening Art oleh Agus Koecink
|
04 – 20 Feb 09
Galeri CCCL
Pembukaan : Rabu 04 Februari, Pk. 18.30 di CCCL |
|
|
|
|
|
| |
Pameran / Forum Komik |
|
|
|
| |

|
|
Setelah melewati
sukses pertamanya dalam forum komik “Comic Show Off!”
2008 di Surabaya, studio-studio independen di Surabaya terbentuk
dan bersatu. Comic Surabaya Society (CASS) merupakan gabungan
berbagai studio (Splash, Outline, Windrider) dan telah membuka
sebuah tempat untuk berkumpul sejak bulan Oktober 2008, sebuah
perpustakaan-sinematek C2O.
Sebagai apresiasi atas acara tahunan “24 Hours Comic Day”
setiap bulan Oktober, yang diselenggarakan oleh seniman-seniman
Surabaya (seperti di berbagai negara lainnya), CCCL Surabaya &
studio komik asal Prancis, La Boîte à Bulles, mengundang
seniman Sylvain-Moisie Rodet untuk bertemu publik Surabaya. Untuk
acara ini kami juga bermitra dengan CASS dan studio-studio lain
dari Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Dalam programnya: jumpa
artis komik, sesi gambar, workshop, pemutaran film, permainan,
dan melukis mural ! Beragam komik dari La Boîte à
Bulles akan hadir di pameran ini dan tersedia hanya untuk Anda
!
Datang dan jumpailah semua studio dari berbagai kota di Indonesia,
datang dan bacalah komik-komik di CCCL atau sekedar menikmati
secangkir kopi di CCCL atau perpustakaan C2O!
Sylvain Moizié

Peraih penghargaan kompetisi « Jeune Talents » (Seniman
Muda Berbakat) di festival komik internasional « Angoulême
» tahun 2000. Bersama kawan-kawan, dia mendirikan L'Institut
Pacôme, sebuah oto-penerbitan yang mulai menelurkan karya-karya
perdana mereka. Selain beberapa kemampuan seperti seniman sirkus,
petualang serta juru gambar, Sylvain memiliki berbagai proyek
dan telah menjadi bagian dari kisah « Tujuh Bulan di
Kamboja » yang menggugah keinginannya untuk mengembangkan
pelajaran menggambar di sekolah-sekolah. La Bête qui
mangeait tout le monde merupakan karya solo perdananya yang
didistribusikan secara nasional. Ia kembali muncul pada tahun
2008 dengan karya La nuit du mystérieux chien-garou yang
tampil ceria dengan tokoh-tokoh fantasi dan dunianya yang jenaka
!
|
|
| |
CERGAMBOREE
Festival Komik dan Seni Urban Surabaya
|
Mengundang
Sylvain-Moizié (Prancis)
Bersama Comic Surabaya Society (CASS)
27 Feb– 08 Maret 09
CCCL SBY - Librairy C2O
|
|
|
|
|
|
| |
Pameran Komik |
|
|
|
| |

|
|
Dalam rangka merayakan « Bulan Francophonie » dan sebagai lanjutan dari Forum CERGAMBOREE, CCCL Surabaya
mempersembahkan « Satu Abad Komik Berbahasa Prancis ». Pameran terdiri dari 35 plat asli yang diambil dari koleksi asli « Cité
internationale de la bande dessinée et de l’image / Pusat Internasional Komik dan Gambar », dengan menelusuri tahapan-tahapan
sejarah sebuah seni yang tersohor keunikannya di Prancis, di Eropa dan bisa jadi di seluruh dunia. Mulai dari Caran d’Ache, pakar yang
amat modern dalam bidang cerita bisu hingga Nicolas de Crécy, pakar teknik ilustrasi yang memukau. Lebih dari satu abad karya
Prancis dan Belgia akan dipamerkan di sini.
Pameran dapat diunduh di www.bdmix.org., sebuah portal informasi on-line tentang komik, yang dibuat oleh Kementrian Luar
Negeri Prancis dan Eropa, disediakan oleh « Cité internationale de la bande dessinée et de l’image ».
|
|
| |
SATU ABAD KOMIK FRANCOPHONE
Cité Internationale
de la Bande Dessinée et de l’Image (CIBDI)
|
11 – 21 Maret
Galeri CCCL
Pembukaan : Rabu, 11 Maret, Pk. 18.30 |
|
|
|
|
|
| |
Pameran Seni Visual |
|
|
|
| |

|
|
Sekolah Seni
Video di Prancis, Frenoy, akan mempersembahkan sebuah kompilasi
karya 6 seniman dalam sebuah karya audiovisual. Mereka menceritakan
tentang ada (atau tidak) hubungan antara video dan lukisan. Sebagai
pelengkap kompilasi ini, supaya pengunjung bisa menyaksikan video
kontinyu, CCCL Surabaya mengundang 2 seniman untuk menampilkan
karya dari sudut pandang masing-masing.
«Melihat Bersama » akan menampilkan kumpulan karya dari Ahmad
Fuad Usman (Malaysia) dan Bahtiar Dwi Susanto (Yogyakarta) hasil
dari residensi bersama di Malaysia Rimbu Dahan (Malaysia). Diikuti
juga oleh Cecep Syamsul Hari (penulis - Bandung) dan Tino Djumini
(kurator pameran fotografi - Jakarta). Karya mereka berkisar mulai
dari hubungan antara sejarah melalui visual dan hubungan kita
dengan visual.
Sebuah diskusi akan diadakan pada saat pembukaan pameran hasil
karya 2 seniman mengenai pandangan tentang budaya kontemporer
dalam era globalisasi dan komersialisasi budaya tersebut. Pemutaran
film karya Hakim Sattu, yang ikut berpartisipasi dalam residensi
di Malaysia akan mengawali diskusi, « Masturbasi O ».
http://theanthonium.wordpress.com/

|
|
| |
Melihat Bersama
Sekolah Fresnoy(Prancis), Ahmad Fuad Usman (Malaysia) dan
Bahtiar Dwi Susanto (YGY), Cecep Syamsul Hari (BDG) dan
Tino Djumini (JKT)
|
31 Maret – 11 April 09
Galeri CCCL
Pembukaan: Selasa 31 Maret, Pk. 18.30 di CCCL
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
|