Pusat Kebudayaan Prancis di Surabaya, apa itu ?
Pusat Kebudayaan Prancis Surabaya merupakan salah satu dari 430 lembaga Prancis (Institut Prancis, Pusat Kebudayaan Prancis dan Alliances Françaises), kepanjangan tangan dari Kedutaan-Kedutaan Besar Prancis yang tersebar di lebih dari 150 negara. Dinamisme dan luasnya jaringan ini menjadikan lembaga-lembaga kebudayaan Prancis yang ada di dunia sebagai jembatan perantara yang luar biasa dalam hubungan antarbudaya, dan satu-satunya di dunia.
Beragam misi (bahasa, budaya, ilmiah, universitas dan audiovisual…), yang diemban jaringan ini memberi citra kehidupan masa kini Prancis di luar negeri, semuanya dilakukan dengan dialog dengan negara-negara di mana lembaga kebudayaan Prancis berada, di mana kerjasama tetap menjadi kunci utama.
Foto oleh Vincent Degoul
Untuk memperkenalkan bahasa, gagasan seni budaya serta kreasi Prancis, Pusat-Pusat kebudayaan Prancis, membuka pintu bagi publik sehingga mereka dapat belajar bahasa dan memanfaatkan semua layanan yang disediakan oleh mediateknya yang selain memiliki berbagi koleksi buku, majalah, CD, DVD, Internet dan sebagainya, juga menyajikan progam-program seni budaya yang eklektik sepanjang tahun.
Di Indonesia, jaringan ini memiliki 4 Pusat Kebudayaan Prancis, (Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Bandung), dan 8 Alliances Françaises. Semuanya menjadi wadah utama bagi pertemuan-pertemuan antara Indonesia dan Prancis, berbagi gagasan seni budaya, dan tak menutup adanya kemungkinan-kemungkinan lainnya.
Pusat Kebudayaan Prancis Surabaya yang menempati gedung kuno bergaya kolonial dengan kebunnya yang asri, sejak 40 tahun lalu, menawarkan sebuah oase penuh kedamaian di jantung kota Surabaya! Tempat favorit bagi para remaja, mahasiswa dan kawula muda untuk belajar bahasa Prancis, memperkaya khasanah pengetahuan di mediatek, menggelar dan menikmati pameran, menyaksikan film atau… hanya sekedar nongkrong di café yang terletak di beranda.
Pusat Kebudayaan Prancis Surabaya tercatat pula sebagai ahlinya dalam pengajaran bahasa Prancis di Surabaya (di mana para mahasiswa bisa pula mengikuti ujian sertifikasi internasional), di samping keunikannya sebagai salah aktor inti dalam kehidupan seni budaya di megapolitan berpenduduk 6 juta ini!